Radang Amandel
Radang Amandel
Amandel (tonsil) adalah tumpukan lapisan seperti tisu yang terletak
pada sisi kerongkongan bagian belakang. Amandel merupakan bagian dari
sistem kekebalan tubuh, yang didesain untuk melindungi kita dengan
menjebak bakteri atau virus yang berusaha masuk ke tubuh kita melalui
mulut.
Namun,
infeksi yang terjadi terkadang sangat sering terjadi sehingga amandel
tak sanggup menghadapinya. Celakanya, perlawanan yang dilakukan oleh
amandel justru menginfeksi dirinya sendiri, hal ini yang disebut radang
amandel.
Radang amandel biasanya disebabkan oleh virus yang juga
penyebab sakit flu biasa. Bisa juga disebabkan oleh bakteri tertentu.
Sebagai contoh, strep throat, sejenis infeksi yang disebabkan oleh
bakteri yang disebut streptokokus.
Tanda-tanda dan Gejala-gejala
Jika
kamu memiliki amandel yang sehat, kamu mungkin tak menyadari mempunyai
amandel meski melihat bagian belakang kerongkongan dengan kaca. Amandel
menjadi lebih mudah dilihat saat seseorang mengalami radang amandel
karena akan membengkak dan berwarna merah. Berikut beberapa tanda-tanda
radang amandel:
1. Sakit pada kerongkongan dan mudah berubah menjadi parah.
2. Membengkaknya amandel.
3. Membengkaknya kelenjar di leher.
4. Amandel berubah menjadi merah.
5. Berubahnya suara.
6. Titik putih pada amandel.
7. Demam.
8. Sulit menelan.
Jika
mengalami tanda-tanda seperti di atas alangkah baiknya segera menemui
dokter. Apa yang akan dilakukan dokter? Dokter akan bertanya pada kita
tentang tanda-tanda dan memeriksa kerongkongan serta leher kita. Jika
dokter berpikir kita terserang radang amandel, dia akan menggunakan
sejenis tongkat kecil halus untuk mengorek sedikit cairan sampel yang
ada pada amandel kita dan juga kerongkongan bagian belakang. Sampel itu
kemudian diuji apakah bakteri penyebab amandel ada di dalam cairan itu.
Tes dilakukan dengan cepat dan mudah dan kemudian dokter akan
memberitahu kita apakah kita membutuhkan perawatan untuk membuatnya
lebih baik. n fia/teenhealth
Mengatasi Radang Amandel
Radang
amandel adalah penyakit menular. Artinya, kamu bisa tertular dari teman
yang menderita radang amandel. Bersin dan batuk mengakibatkan
persebaran bakteri penyebab radang amandel berpindah dari satu individu
ke individu lainnya. Tapi, kamu bisa melindungi diri dari tertular
radang amandel dengan cara:
1. Seringlah mencuci tangan.
2.
Jika seseorang yang ada di dekatmu atau temanmu menderita radang
amandel, jangan berbagi gelas, alat makan, sikat gigi, atau lainnya.
3. Jika dirimu menderita radang amandel, pisahkanlah barang-barangmu dan jangan memakainya bersama orang lain.
4.
Sesudah sembuh dari radang tenggorokan, gantilah sikat gigimu dengan
yang baru. Dengan cara itu, kamu tidak akan menginfeksi kembali
kerongkonganmu.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan sendiri untuk
membuat diri merasa lebih baik? Jika kita mengalami radang tenggorokan,
jangan bingung! Tidak sulit kok mengatasinya, banyaklah minum air putih
dan istirahat. Kalau tersedia, minumlah acetaminophen atau ibuprofen
untuk mengurangi rasa sakit. Jangan meminum aspirin atau produk obat
lainnya yang mengandung aspirin. Obat-obatan yang mengandung aspirin
dapat memicu sindrom reye, penyakit yang cenderung menyebabkan
komplikasi serius.
Hubungi segera dokter jika sakit yang dirasa
bertambah parah, contohnya, jika kesulitan bernapas atau menelan
sesuatu. Bicarakan pada doktermu jika demam kembali menyerang atau jika
dalam beberapa hari sakit tak kunjung sembuh.
Hindari merokok
atau hal lain yang menyebabkan kerongkongan iritasi. Sangat baik
meminum banyak cairan. Pilihlah makanan yang lebih lembut untuk
dimakan, seperti es krim, bubur gelatin atau bubur apel. Jika merasa
tidak seperti makan, cobalah minum air yang mengandung kalori, seperti
jus buah, milkshake dan sup.
Jika sedang menjalani pengobatan
dengan antibiotik, tidak masalah pergi ke sekolah 24 jam setelah demam
hilang dan badan terasa agak sehat setelah meminum antibiotik. Jika
tetap merasa lemah, lelah, dan gatal di kerongkongan, yang paling baik
dilakukan adalah istirahat di rumah selama satu sampai dua hari.
Istirahat dan relaksasi terkadang menjadi obat mujarab jika kita sakit.
(fia/teenhealth )
Sumber: http://www.republika.co.id — Minggu, 13 Januari 2008
[ref: http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1200280622,55380,]
BTW kalau untuk pemula seperti saya, biasanya belum-belum sudah panik. Wah test case sebanyak itu ? Waktu bisa habis hanya untuk bikin test case saja dong ? Tapi seiring waktu, ternyata tidak juga. Waktu yang habis untuk membuat test case ternyata lebih pendek daripada waktu debugging waktu modul dinyatakan selesai dengan menggunakan habit yang chaos yaitu “Code ASAP much debugging later”, perhatikan kata “much” yang sering berganti menjadi “no time for”