Posted by: issotyo | August 14, 2009

Plug-in penting untuk firefox

Berhubung kadang2 pakai proxy untuk surfing, dan mau yang ringan seperti opera, 3 add-on ini perlu sekali:

  1. FoxyProxy: Proxy berdasarkan url pattern
  2. imglikeopera: Menampilkan image berdasarkan url list
  3. flashblock: Menampilkan flash berdasarkan url list

Karena semua add-on memakai url list, sekali didaftar, browsing jadi otomatis. Tidak perlu repot2 lagi nyalain/mati’in proxy/image/flash manual.

Posted by: issotyo | August 13, 2009

Quran in OpenOffice 0.3b – Translasi bahasa Indonesia

Screen Shot:

Menu(version o.303b)
menu

Dialog(version o.303b)
dialog

Option(version o.303b)

option

Document(version o.303b)

Posted by: issotyo | July 27, 2009

QiOO Qur’an in Open Office extension

Alhamdulillah setelah ditest oleh mas Tedi Y. QiOO Insyallah sudah bisa didownload di

http://code.google.com/p/qioo/downloads/list

QiOO atau Qur’an in openoffice adalah extension untuk memasukkan teks quran kedalam OpenOffice. Aplikasi ini terinispirasi dari Qur’an in Word dari mas Moh. Taufiq dan project zekr. Walau masih sederhana, Insyallah kedepannya akan terus ditingkatkan. Jika sempat mencoba, dengan rendah hati minta feedbacknya untuk lebih menyempurnakannya.

Posted by: issotyo | July 13, 2009

Radang Amandel

Radang Amandel




Radang Amandel


Amandel (tonsil) adalah tumpukan lapisan seperti tisu yang terletak
pada sisi kerongkongan bagian belakang. Amandel merupakan bagian dari
sistem kekebalan tubuh, yang didesain untuk melindungi kita dengan
menjebak bakteri atau virus yang berusaha masuk ke tubuh kita melalui
mulut.

Namun,
infeksi yang terjadi terkadang sangat sering terjadi sehingga amandel
tak sanggup menghadapinya. Celakanya, perlawanan yang dilakukan oleh
amandel justru menginfeksi dirinya sendiri, hal ini yang disebut radang
amandel.

Radang amandel biasanya disebabkan oleh virus yang juga
penyebab sakit flu biasa. Bisa juga disebabkan oleh bakteri tertentu.
Sebagai contoh, strep throat, sejenis infeksi yang disebabkan oleh
bakteri yang disebut streptokokus.

Tanda-tanda dan Gejala-gejala

Jika
kamu memiliki amandel yang sehat, kamu mungkin tak menyadari mempunyai
amandel meski melihat bagian belakang kerongkongan dengan kaca. Amandel
menjadi lebih mudah dilihat saat seseorang mengalami radang amandel
karena akan membengkak dan berwarna merah. Berikut beberapa tanda-tanda
radang amandel:

1. Sakit pada kerongkongan dan mudah berubah menjadi parah.
2. Membengkaknya amandel.
3. Membengkaknya kelenjar di leher.
4. Amandel berubah menjadi merah.
5. Berubahnya suara.
6. Titik putih pada amandel.
7. Demam.
8. Sulit menelan.

Jika
mengalami tanda-tanda seperti di atas alangkah baiknya segera menemui
dokter. Apa yang akan dilakukan dokter? Dokter akan bertanya pada kita
tentang tanda-tanda dan memeriksa kerongkongan serta leher kita. Jika
dokter berpikir kita terserang radang amandel, dia akan menggunakan
sejenis tongkat kecil halus untuk mengorek sedikit cairan sampel yang
ada pada amandel kita dan juga kerongkongan bagian belakang. Sampel itu
kemudian diuji apakah bakteri penyebab amandel ada di dalam cairan itu.
Tes dilakukan dengan cepat dan mudah dan kemudian dokter akan
memberitahu kita apakah kita membutuhkan perawatan untuk membuatnya
lebih baik. n fia/teenhealth

Mengatasi Radang Amandel

Radang
amandel adalah penyakit menular. Artinya, kamu bisa tertular dari teman
yang menderita radang amandel. Bersin dan batuk mengakibatkan
persebaran bakteri penyebab radang amandel berpindah dari satu individu
ke individu lainnya. Tapi, kamu bisa melindungi diri dari tertular
radang amandel dengan cara:

1. Seringlah mencuci tangan.
2.
Jika seseorang yang ada di dekatmu atau temanmu menderita radang
amandel, jangan berbagi gelas, alat makan, sikat gigi, atau lainnya.
3. Jika dirimu menderita radang amandel, pisahkanlah barang-barangmu dan jangan memakainya bersama orang lain.
4.
Sesudah sembuh dari radang tenggorokan, gantilah sikat gigimu dengan
yang baru. Dengan cara itu, kamu tidak akan menginfeksi kembali
kerongkonganmu.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan sendiri untuk
membuat diri merasa lebih baik? Jika kita mengalami radang tenggorokan,
jangan bingung! Tidak sulit kok mengatasinya, banyaklah minum air putih
dan istirahat. Kalau tersedia, minumlah acetaminophen atau ibuprofen
untuk mengurangi rasa sakit. Jangan meminum aspirin atau produk obat
lainnya yang mengandung aspirin. Obat-obatan yang mengandung aspirin
dapat memicu sindrom reye, penyakit yang cenderung menyebabkan
komplikasi serius.

Hubungi segera dokter jika sakit yang dirasa
bertambah parah, contohnya, jika kesulitan bernapas atau menelan
sesuatu. Bicarakan pada doktermu jika demam kembali menyerang atau jika
dalam beberapa hari sakit tak kunjung sembuh.

Hindari merokok
atau hal lain yang menyebabkan kerongkongan iritasi. Sangat baik
meminum banyak cairan. Pilihlah makanan yang lebih lembut untuk
dimakan, seperti es krim, bubur gelatin atau bubur apel. Jika merasa
tidak seperti makan, cobalah minum air yang mengandung kalori, seperti
jus buah, milkshake dan sup.

Jika sedang menjalani pengobatan
dengan antibiotik, tidak masalah pergi ke sekolah 24 jam setelah demam
hilang dan badan terasa agak sehat setelah meminum antibiotik. Jika
tetap merasa lemah, lelah, dan gatal di kerongkongan, yang paling baik
dilakukan adalah istirahat di rumah selama satu sampai dua hari.
Istirahat dan relaksasi terkadang menjadi obat mujarab jika kita sakit.

(fia/teenhealth )

Sumber: http://www.republika.co.id — Minggu, 13 Januari 2008
[ref: http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1200280622,55380,]

Posted by: issotyo | June 11, 2009

Sederhana itu indah

Un arbre c’est vert
Tous les arbres sout verts
On a tellement vu d’arbres verts
Que l’on a oublie qu’il existe
Aussides arbres roses
Mais si tous les arbres etaient roses
Je Vous aimais parle d’un arbre vert
Le monde est beau

Pohon itu hijau
Pepohonan itu hijau
Kita terlalu sering melihat pohon hijau
Sehingga kita sering lupa bahwa ada pula pohon merah
Tetapi bila semua pohon berwarna merah
Aku akan senang berkisah padamu tentang pohon yang hiaju
Betapa indahnya dunia

~Kenzo Takada~

Sederhana itu indah :)

*EDITED*

Perubahan dari artikel sebelumnya yang menggunakan exa, hanya berlaku di Hardy bukan Jaunty. Fix yang sudah dicoba adalah menggunakan:

- Kernel 2.6.30-5 (di laptop menggunakan versi 64bit)(url)
- Xorg dan intel driver dari PPA xorg-edgers(yang digunakan xorg-intel v2.28)  (url)

Perhatian, sebaiknya baca terlebih dahulu uraian di website PPA, terutama cara untuk roll back Xorg.  Hasil test lumayan:

- PPracer: ~30 fps
- glxgears:  ~270 FPS

Leak memory tidak terjadi/tidak separah menggunakan driver standar. BTW sedikit tips, setelah berhasil install driver dan test memuaskan sebaiknya remark kembali alamat repository PPPA xorg-edgers. Mengingat repository ini sebenarnya hanya untuk test, bukan untuk sehari2.

Sebenarnya sih gara-gara ingin fresh install KDE 4.2 dan nyobain ext4 (walau deg2an karena ada beberapa fitur baru) , jadinya upgrade ke Jaunty. Setelah backup, install kubuntu jaunty. OK, installasi lebih cepat dari ubuntu/kubuntu versi2 sebelumnya. Oh ada option encrypt home, hmm nice.. tapi skip aja, karena ndak tahu efectnya apa :D

Instalasi selesai, boot up…. memang sih bootup lebih cepat. Login ke KDE 4.2, ok bagus dan ringan, ndak seperti hasil installasi KDE 8.10/KDE 4.1 yang lambat. Ext4 ok, KDE 4.2 ok, boleh dong senyum, agenda berikut setting modem, update package dan browsing2 internet :D TAPIIII….. problem! Pengalaman dengan instalasi ubuntu sebelumnya di laptop toshiba m300 pasti ga detect bluetoothnya. Gpp masih ada kabel usb dku, colok hp 6125i ke usb. Fiuh bener kan detect di appletnya, wah ok nih. Tinggal masukin profil starone, bisa online.

Senyum langsung hilang…. Ha?…. dmesg detect usb, KDE notification bilang detect ttyACM0, network profile Mobile Broadcast auto connect starone. Lha kok ga konek ke internet ??? Frustasi baca log ini itu, utak-atik ini itu selama 1 jam tanpa hasil. Ternyata hasil dari google mini opera:

plasma-widget-network-manager ada bug.
https://bugs.launchpad.net/ubuntu/+source/plasma-widget-network-manager/+bug/334122

Solusi ada dua:
1. (Offline) Siapkan cd Ubuntu Jaunty, dan install gnome-network-tools. Applet gnome lebih stabil dari KDE
2. (Online) Sama seperti solusi no 1. atau install wicd+blueman.

Yang saya sendiri lakukan sih apply solusi 1 kemudian solusi 2 :D

Happy Jaunty ^_^

Posted by: issotyo | November 12, 2008

Who am I ?

I am your constant companion.

I am your greatest helper or heaviest burden.

I will push you onward or drag you down to failure.

I am completely at your command.

Half the things you do you might just as well turn over to me, and I will be able to do them quickly, correctly.

I am easily managed—you must merely be firm with me. Show me exactly how you want something
done, and after a few lessons, I will do it automatically.

I am the servant of all great people, and alas, of all failures as well.

Those who are failures, I have made failures.

I am not a
machine, though I work with all the precision of a machine plus the
intelligence of a human being. You may run me for profit or turn me for
ruin—it makes no difference to me.

Take me, train me, and be firm with me, and I will place the world at your feet. Be easy with me and I will destroy you.

Who am I?


I am habit!


Ref: author unknown, From S. Covey 8 Habit book

Posted by: issotyo | October 16, 2008

Kesan tentang TDD – Test Driven Development

Dulu waktu pertama kali mendengar TDD, entah kenapa, metode Test Driven Development ini terasa familiar. Secara prinsip, metode ini membuat kita berpikir goal oriented, dimana kita berpikir bagaimana nantinya aplikasi ini bekerja, yang untuk saya pribadi sangat cocok. Akhirnya saya tahu kenapa metode ini sangat familiar, karena jawabannya ada didinding depan meja kerja saya dikantor dan rumah. Yaitu 7 habits dari Stephen Covey, habits ke dua, yaitu “Begin With End in Mind“.

Sebagai pemula dalam menggunakan TDD, metode ini cukup sulit diterapkan karena merubah kebiasaan, dimana kita tahu, lebih mudah mengubah dunia daripada merubah kebiasaan bukan? Kick Off meeting, Joint Design meeting, lalu development meeting, QA, SIT, UAT, walau tidak benar-benar sekaku grand waterfall, yah mini waterfall tapi banyak. Apalagi ingat habit programmer jaman chaos freelance dulu waktu masih dikampus :) ) Tapi setelah membaca dari berbagai sumber, akhirnya mulai familiar dengan metode ini. Red-Green-Refactor, mulai sedikit demi sedikit terbiasa. OK juga sih, lebih pede merubah-rubah source code, karena tahu pasti nanti bisa di test dengan hanya satu kali klik saja.

Setelah mencoba-coba mengaplikasikannya, mulai ada pertanyaan yang cukup mengganggu. “What to test next?” Apa yang perlu ditest lagi ? Asal bisa jalan sempurna? ok selesai, lalu apa ya ? Menjawab pertanyaan diatas bisa memakan waktu cukup lama, dan sedikit tidak nyaman karena bisa menjadi bola liar. Lalu saya coba pendekatan terstruktur, coba bisa tidak disinergiskan dengan  requirement modul? Modul ini punya requirement apa, lalu dipikirkan beberapa unit testnya, jadi hal yang penting dikerjakan terlebih dahulu. Misalnya seperti ini:

Modul login:
a. Menerima user name dan password
b. User name minimal 8 karakter
c. Password minimal 8 karakter, tidak boleh cuma huruf saja.

Dikembangkan menjadi seperti ini
Modul login:
A. Menerima user name dan password

  1. Test input blank
  2. Test username tidak ada password ada
  3. Test username ada password tidak ada

2. User name minimal 8 karakter

  1. Test input username pendek
  2. Test input username sangat panjang >255

3. Password minimal 8 karakter, tidak boleh cuma huruf saja.

  1. Test input password pendek
  2. Test input password sangat panjang >255
  3. Test input password huruf saja

Lumayan, 5 menit cukup untuk test case sederhana ;) BTW kalau untuk pemula seperti saya, biasanya belum-belum sudah panik. Wah test case sebanyak itu ? Waktu bisa habis hanya untuk bikin test case saja dong ? Tapi seiring waktu, ternyata tidak juga. Waktu yang habis untuk membuat test case ternyata lebih pendek daripada waktu debugging waktu modul dinyatakan selesai dengan menggunakan habit yang chaos yaitu “Code ASAP much debugging later”, perhatikan kata “much” yang sering berganti menjadi “no time for” :) )

Dengar-dengar ada versi TDD yang seperti diatas, tapi apa ya lupa keywordnya :)

Goal oriented (Begin With End in Mind), hal yang penting dikerjakan terlebih dahulu (First Thing First), dan disinergiskan (Synergy), 7 Habits beneran deh ;) Lalu buku 8 Habits gimana? Hehehe that’s another story.

Ref:
Dari berbagai sumber.

Posted by: issotyo | October 16, 2008

7 Habits

Habit 1:
Be Proactive

Change starts from within,
and highly effective people make the decision to improve their lives
through the things that they can influence rather than by simply
reacting to external forces.

Habit 2:
Begin with the End in Mind

Develop a
principle-centered personal mission statement. Extend the mission
statement into long-term goals based on personal principles.

Habit 3:
Put First Things First

Spend time doing what fits
into your personal mission, observing the proper balance between
production and building production capacity. Identify the key roles
that you take on in life, and make time for each of them.

Habit 4:
Think Win/Win

Seek agreements and
relationships that are mutually beneficial. In cases where a
“win/win” deal cannot be achieved, accept the fact that
agreeing to make “no deal” may be the best alternative. In
developing an organizational culture, be sure to reward win/win
behavior among employees and avoid inadvertantly rewarding win/lose
behavior.

Habit 5:
Seek First to Understand, Then to Be Understood

First seek to understand
the other person, and only then try to be understood. Stephen Covey
presents this habit as the most important principle of interpersonal
relations. Effective listening is not simply echoing what the other
person has said through the lens of one’s own experience. Rather, it
is putting oneself in the perspective of the other person, listening
emphatically for both feeling and meaning.

Habit 6:
Synergize

Through trustful
communication, find ways to leverage individual differences to create
a whole that is greater than the sum of the parts. Through mutual
trust and understanding, one often can solve conflicts and find a
better solution than would have been obtained through either person’s
own solution.

Habit 7:
Sharpen the Saw

Take time out from
production to build production capacity through personal renewal of
the physical, mental, social/emotional, and spiritual dimensions.
Maintain a balance among these dimensions.

Read More…

Older Posts »

Categories